Categories

Senin, 27 Desember 2010

Fossil

1. Pengertian fosil

Fosil adalah jejak / sisa kehidupan baik langsung / tidak langsung terawetkan dalam lapisan kulit bumi, terjadi secara alami dan mempunyai umur geologi ( > 500.000 tahun ).
Fosil berasal dari bahasa latin, yaitu Fossilis, yang berarti menggali dan/ sesuatu yang diambil dari dalam tanah/batuan.

2. Keterdapatan fosil

  • Batuan Beku, pada batuan beku tidak akan dijumpai fosil karena batuan beku terbentuk dari hasil pembekuan magma, sehingga tidak mungkin terdapat fosil.
  • Batuan Sedimen, batuan sedimen sangat baik untuk pengendapan organisme, sehingga akan banyak terkandung fosil di dalam batuan sedimen.
  • Batuan Metamorf, pada batuan metamorf, masih mungkin dijumpai, namun sedikit sekali dan umumnya fosil telah hancur bahkan telah hilang oleh proses metamorfisme.

3. Jenis Fosil

  • Organisme itu sendiri, tipe pertama ini adalah binatangnya itu sendiri yang terawetkan/tersimpan. Dapat beruba tulangnya, daun-nya, cangkangnya, dan hampir semua yang tersimpan ini adalah bagian dari tubuhnya yang “keras”.

Gambar fosil yang dihasilkan dari organisme itu sendiri :


  • Sisa-sisa aktifitasnya, secara mudah pembentukan fosil ini dapat melalui beberapa jalan, antara lain seperti yang terlihat dibawah ini. Fosil sisa aktifitasnya sering juga disebut dengan Trace Fosil (Fosil jejak), karena yang terlihat hanyalah sisa-sisa aktifitasnya. Jadi ada kemungkinan fosil itu bukan bagian dari tubuh binatang atau tumbuhan itu sendiri
Gambar yang menunjukan jejak fosil :



4. Syarat terbentuknya fosil

  • Mempunyai bagian yang keras
  • Segera terhindar dari proses-proses kimia (oksidasi & reduksi)
  • Tidak menjadi mangsa binatang lain
  • Terendapkan pada batuan yang berbutir halus >>> agar tidak larut
  • Terawetkan dalam batuan sedimen
  • Terawetkan dalam waktu geologi (minimal 500.000 tahun)

5. Pembagian fosil

Fosil dalam “Paleontologi” terbagi menjadi 2 yaitu :
  • Fosil Makro/besar (Macrofossil)
  • dapat dilihat dengan mata biasa (megaskopis)
  • Fosil Mikro/kecil (Microfossil)
  • hanya dapat dilihat dengan bantuan alat mikroskop (mikroskopis)
  • Nannofossil (Fosil Sangat kecil) dipelajari menggunakan batuan mikroskop khusus (dengan pembesaran hingga 1000x).

6. Pemanfaatan Fosil

Fosil penting untuk memahami sejarah batuan sedimen bumi. Subdivisi dari waktu geologi dan kecocokannya dengan lapisan batuan tergantung pada fosil. Organisme berubah sesuai dengan berjalannya waktu dan perubahan ini digunakan untuk menandai periode waktu. Sebagai contoh, batuan yang mengandung fosil graptolit harus diberi tanggal dari era paleozoikum. Persebaran geografi fosil memungkinkan para ahli geologi untuk mencocokan susunan batuan dari bagian-bagian lain di dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar